RESUME JURNAL

TUGAS PRAKTIKUM TEKNOLOGI INFORMATIKA

KELOMPOK 30 KELAS A :

– MUHAMMAD RIZKY (L2H009028)

– DWI NOVITA P. (L2H009060)

– KHAERANI SUROYA (L2H009082)

ANALISIS ASPEK-ASPEK KUALITAS SCHEMA DATABASE

(Studi Kasus Pada Database Akademik ISTA Yogyakarta)

Suwanto Raharjo1, Edhy Sutanta2, Ema Utami3

ABSTRAKSI

Kenyataan di lapangan selama ini menunjukkan bahwa tidak semua organisasi berhasil mengimplementasikan SIM dengan baik. Salah satu hasil audit pada implementasi SIM di Indonesia menunjukkan bahwa termasuk di dalamnya adalah kegagalan implementasi dan fenomena “tambal sulam” pada SIAKAD. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya PT yang telah melakukan pengembangan dan implementasi SIAKAD.

Salah satu peran database, yaitu sebagai sumber informasi bagi SIM, mengimplikasikan bahwa

database yang digunakan harus mampu memenuhi kebutuhan berbagai informasi dan data bagi

para penggunanyaTerkait dengan hal tersebut, terdapat banyak aspek yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIM dalam organisasi, diantaranya adalah aspek organisasi, manajemen, perilaku, atau teknologi yang meliputi perangkat keras, perangkat lunak, rekayasa sistem, database.

Dengan mengacu pada hasil penelitian Olaf Herden (2001), penelitian ini melakukan analisis tentang aspek-aspek kualitas schema database pada database akademik yang digunakan di ISTA. Aspek-aspek kualitas schema yang dianalisis meliputi 9(sembilan) kriteria, yaitu correctness, consistency, relevance, scope, level of detail, completeness, minimality, ability of integration, serta readability. Berdasarkan hasil analisis, secara umum dapat dinyatakan bahwa schema database akademik ISTA memiliki kualitas yang rendah. Kondisi ini akan menjadi potensi bagi timbulnya berbagai permasalahan yang serius di kelak kemudian hari. Dan oleh karenanya, maka perlu segera dilakukan upaya-upaya penyempurnaan untuk menghindari timbulnya permasalahan yang lebih kompleks dan semakin sulit ditangani.

1. PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi informasi-komputer saat ini sudah mencapai pada tahap di mana ukurannya semakin kecil, kecepatannya semakin tinggi, namun harganya semakin murah dibandingkan dengan kemampuan kerjanya. Kondisi ini mendorong masyarakat berlomba-lomba memanfaatkan komputer sebagai alat bantu pengolahan data dengan cara membangun sistem pengolahan data terkomputerisasi untuk penyajian informasi, baik untuk keperluan pribadi maupun organisasinya. Sekalipun kurang tepat, sistem pengolahan data terkomputerisasi untuk penyajian informasi dalam suatu organisasi sering disebut sebagai Sistem Informasi Manajemen (SIM). Suatu sistem organisasi terbentuk atas empat komponen atau subsistem yang saling berkaitan yaitu tujuan, teknologi, struktur, serta sumberdaya manusia yang terintegrasi di dalam sebuah sistem yang disebut organisasi. Perubahan terhadap sebuah atau lebih komponen organisasi akan memerlukan perubahan pada komponen yang lain, dan pada gilirannya akan mempengaruhi seluruh organisasi. Kenyataan di lapangan menunjukkan, bahwa tidak semua organisasi berhasil mengimplementasikan SIM dengan baik. Sebuah penelitian membuktikan bahwa tingkat keberhasilan SIM masih rendah dan sumberdaya manusia merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIM.

Dalam sumber referensi yang lain, menyatakan bahwa salah satu hasil audit pada implementasi SIM di Indonesia menunjukkan bahwa yang paling sering dijumpai adalah suatu kenyataan terjadinya fenomena “tambal sulam“ aplikasi SIM akibat terjadinya perubahan kebutuhan informasi (dan data) untuk memenuhi kepentingan manajemen. Salah satu contoh organisasi yang telah mengimplementasikan SIM adalah Perguruan Tinggi (PT). Implementasi SIM dalam lingkungan PT utamanya digunakan untuk pengolahan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Kegagalan implementasi SIM dan fenomena “tambal sulam” aplikasi SIM ternyata juga dapat terjadi dalam SIAKAD, dibuktikan dengan masih adanya PT yang telah melakukan pengembangan dan implementasi SIAKAD lebih dari satu dekade lamanya, namun hasilnya belum memuaskan hingga saat ini.

Salah satu peran database, yaitu sebagai sumber infromasi bagi SIM, mengimplikasikan bahwa database yang digunakan harus mampu memenuhi kebutuhan berbagai informasi (dan data) bagi para penggunanya. Aspek rekayasa sistem, khususnya rancangan schema database akan sangat mempengaruhi keberhasilan implementasi SIM dalam organisasi. Rancangan schema database yang berkualitas akan meningkatkan kwalitas SIM dan sebaliknya akan menimbulkan permasalahan-permasalahan dan kegagalan implementasi SIM pada suatu organisasi, termasuk Perguruan Tinggi. Dengan demikian, schema database seharusnya dirancang sedemikian rupa sehingga mempunyai kualitas yang baik/tinggi.

Dengan menggunakan meta model, aspek-aspek yang relevan untuk pengukuran kualitas schema suatu database yang dimaksud meliputi 9 (semiblan) kriteria, yaitu kebenaran (correctness), konsistensi (consistency), relevansi (relevance), jangkauan (scope), tingkat detail (level of detail), kelengkapan (completeness), minimalitas (minimality), kemampuan untuk diintegrasikan (ability of integration), serta kemampuan untuk dibaca (readability)

Penelitian ini akan melakukan analisis/pengujian tentang aspek-aspek kualitas schema database. Analisis dilakukan pada rancangan schema database yang digunakan pada database akademik yang digunakan di ISTA. Analisis dilakukan pada rancangan logikal, bukan implementasi pada DBMS, teknologi perangkat keras, maupun program aplikasi yang digunakan. Dan, analisis dilakukan dengan menggunakan model logika berupa business rule yang digunakan pada ISTA. Penelitiaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kualitas schema database yang digunakan pada database akademik di ISTA. Hasil dari penelitiaan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa rekomendasi alternatif-alternatif solusi yang mungkin dilakukan oleh pengelola/penanggungjawab database akademik di ISTA.

 

2. PEMBAHASAN

Database dan SIM

Dalam konsep SIM, salah satu bagian penting dalam SIM adalah masukan (input), yaitu berupa data yang kemudian akan disimpan sebagai database. Salah satu sumber daya konseptual informasi dalam organisasi adalah berupa database. Dapat dipahami bahwa database merupakan sumber daya penting dalam SIM.

 

Perancangan Database Untuk SIM

Perancang database sebagai bagian staf teknik memahami konsep database dengan baik, tetapi sering tidak mengetahui bagaimana membuat data relevan bagi orang lain dalam organisasi, atau bagaimana data dapat disimpan dan diakses secara cepat. Pada sisi lain, pengguna mengetahui data apa yang dibutuhkannya, tetapi jarang yang dapat mengkomunikasikannya dengan baik kepada perancang database, dan para pengguna tidak mengetahui permasalahan yang ditimbulkan oleh kebutuhannya. Pertemuan antara staf teknik dan para pengguna merupakan kegiatan penting untuk mendapatkan kesamaan persepsi database untuk sistem dalam organisasi. Rancangan database yang benar akan memberikan landasan yang solid untuk SIM. Perancangan database relasional diperlukan untuk mendapatkan sekumpulan schema relasi yang baik. Suatu rancangan database yang buruk akan mengakibatkan efek negatif, antara lain:

1. Munculnya kerangkapan data

2. Munculnya inkonsistensi data

3. Munculnya permasalahan pada penyisipan data

4. Munculnya permasalahan pada penghapusan data

5. Pengunaan nama-nama yang sulit dipahami (tidak bermakna) pada subyek data akan menyulitkan pada saat perubahan

 

Tujuan dan prasyarat perancangan database adalah:

1. Database harus memberikan efisiensi media penyimpan (storage), update, dan penampilan kembali data-data

2. Database harus andal, yaitu memiliki integritas tinggi yang memberikan kepercayaan bagi para pengguna terhadap data

3. Database harus dapat beradaptasi (adaptable) dan dapat berkembang (scaleable) untuk memenuhi kebutuhan dan aplikasi baru

 

Untuk memperoleh SIM yang baik, maka pengembang SIM perlu memahami metode perancangan database yang baik, yaitu:

1. Mengidentifikasi kebutuhan informasi pada sebuah bisnis

2. Merancang database relasional yang didasarkan pada kebutuhan bisnis

3. Membuat dokumentasi database

4. Meningkatkan fleksibilitas database untuk mengantisipasi perubahan

5. Menyederhanakan database dengan jumlah tabel

6. Membangun database relasional dan menyesuaikannya untuk memperoleh kinerja yang optimal

7. Meningkatkan kinerja database dengan indexing dan mengkontrol kerangkapan

8. Mengurangi beaya pengembangan software dengan generalisasi

 

Penyusunan database dapat dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu:

1. Pendekatan berorientasi proses (pendekatan pemecahan permasalahan)

2. Pendekatan model perusahaan. Selanjutnya, penyusunan database dilakukan melalui tiga langkah utama, yaitu:

a. Mendeskripsikan data

b. Memasukkkan data

c. Menggunakan database (menggunakan bahasa query, QBE, DML)

 

Sebuah entitas dalam database relasional tidak dapat memiliki atribut banyak nilai (multivalued attribute), solusinya adalah dengan membuat sebuah entitas baru untuk menyimpan instan yang memiliki banyak nilai dan yang lain untuk menyimpan atribut-atributnya. Selanjutnya, indeks dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja database. Keuntungan penggunaan indeks adalah mempercepat akses nilai-nilai data dalam satu atau gabungan beberapa kolom. Tetapi penggunaan indeks memiliki kelemahan, yaitu memerlukan tambahan tempat (space) dalam database. Database juga harus selalu disusun kembali setiap kali dilakukan operasi data (insert, modify, atau delete) sehingga kinerjanya menjadi lebih lambat Perancangan database adalah menterjemahkan model data yang dikembangkan pada tahap definisi ke dalam struktur tabel database yang didukung oleh teknologi database (bahasa dan alat bantu) yang dipilih. Database menyediakan entitas dan kerelasian antar entitas untuk implementasi teknik. Dengan demikian, data merupakan bagian dari sumber daya yang harus dikontrol dan dikelola dengan baik.

Kerangka kerja yang sesuai digunakan dalam perancangan database, yaitu sebagai berikut :

1. Pelajarilah proses bisnis dan proses lain dalam organisasi untuk mencoba membuat model.

2. Tulislah pernyataan mendasar atau misi yang harus dilakukan oleh sistem. Kemudian dilanjutkan dengan membuat daftar kebutuhan pada sistem.

3. Mulailah membuat form entri data. Jika aturan-aturan dalam sistem memerlukan lay out berbentuk tabel, tambahkan tabel yang diperlukan tersebut. Jika sistem yang ada belum terkomputerisasi, maka gunakan sistem manual yang ada sebagai dasar perancangan tabel. Jika sudah, maka gunakan tabel-tabel database yang ada sebagai acuan. Kemudian cetaklah schema, tabel, dan form entri data yang ada untuk digunakan dalam proses perancangan.

4. Berdasarkan form tersebut, rancanglah tabel-tabel database dengan sekaligus mencoba menerapkan teori normalisasi. Setiap tabel hanya digunakan untuk mendeskripsikan sebuah entitas.

5. Perhatikan seluruh laporan yang tercetak pada kertas atau komputer.

6. Pastikan bahwa setiap data dalam laporan tersedia di dalam tabel. Jika data belum tersedia, tambahkan data tersebut dalam tabel-tabel yang ada atau buatlah tabel baru.

7. Tambahkan dan isikan beberapa baris data pada setiap tabel.

8. Mulailah melakukan proses normalisasi. Pertama, identifikasikan CK untuk setiap tabel, dan kemudian pilihlah PK. Pilihlah PK yang minimal, stabil, sederhanaa, dan familier. Pastikan bahwa nilai dalam PK tidak akan pernah muncul berulang.

9. Jika diperlukan, tambahkan FK untuk merelasikan antar tabel. Gambarlah kerelasian antar tabel. Jika kerelasian berjenis many-to-many, maka buatlah tabel penghubung.

10. Pastikan bahwa tabel memenuhi 1NF, yaitu seluruh atribut bernilai atomik dan tidak memuat grup perulangan. Jika diperlukan, pecahlah tabel untuk memperoleh 1NF.

11. Pastikan bahwa tabel memenuhi 2NF, yaitu setiap tabel hanya mendeskripsikan sebuah entitas dan semua atribut non-key bergantung sepenuhnya (FFD) pada PK.

12. Pastikan bahwa tabel memenuhi 3NF, yaitu hilangkan atribut yang nilainya dapat dihitung dan hilangkan atribut yang bersifat mutual dependent dengan cara membuat tabel lookup.

13. Gambarkan kembali kerelasian antar tabel hasil normaliasi.

14. Buatlah tabel menggunakan alat bantu yang dipilih (misal, menggunakan Microsoft Access atau lainnya). Isikan contoh-contoh data dalam tabel.

15. Buatlah prototipe query, form, dan report. Tahap ini mungkin perlu mendefinisikan ulang agar sesuai dengan kebutuhan.

16. Berikan kepada para pengguna agar dievaluasi. Jika diperlukan, ulangi kembali tahap 8-12.

17. Kembali ke rancangan tabel dan aturan bisnis.

18. Buatlah form, report, dan query final. Kembangkan program aplikasi. Jika diperlukan, ulangi

kembali perancangan yang telah dibuat.

19. Pengujian oleh para pengguna. Jika diperlukan, ulangi kembali seluruh tahapan perancangan yang telah dilakukan.

20. Serahkan hasil final.

Penggunaan model RDBM dalam perancangan database akan memberikan beberapa keuntungan, antara lain:

1. Entri data, update, dan penghapusan data akan lebih efisien.

2. Penampilan kembali, peringkasan, dan pelaporan data akan lebih efisien.

3. Jika database dirancang dengan menggunakan model yang diformulasikan dengan baik, maka perilakunya akan dapat diprediksi.

4. Jika informasi disimpan dalam database (bukan dalam program. aplikasi) maka database memiliki dokumentasi tersendiri

5. Perubahan pada schema database dapat dilakukan dengan lebih mudah.

 

Pendekatan Dalam Pengukuran Kualitas Informasi

Umumnya kualitas informasi dipandang sebagai konsep multidimensional dan bertingkat. Dalam hal ini terdapat tiga macam pendekatan yang berbeda yang dapat digunakan untuk menspesifikasikan kualitas informasi, yaitu :

1. Pendekatan intuitif (intuitive approach), pendekatan ini mengusulkan atributatribut kualitas informasi yang didasarkan pada wawasan/pengetahuan subyektif seseorang.

2. Pendekatan empiris (empirical approach), pendekatan ini bersifat kuantitatif yang diperoleh dari hasil survei.

3. Pendekatan teoritis (theoretical approach), pendekatan ini berusaha memunculkan usulan teori

baru didasarkan pada teori-teori yang sudah ada.

 

Kelemahan utama pendekatan intuitif dan empiris adalah pengaruh tingkat pengetahuan peneliti terhadap penilaian yang diberikan. Sedangkan kelemahan pendekatan teoritis adalah kemungkinan terjadinya kesalahan pada teori baru yang diusulkan.

 

Implementasi SIAKAD di ISTA

Secara umum, pengelolaan Sistem Informasi di ISTA utamanya dilakukan oleh UPT PUSKOM. Kebijakan sentralisasi seperti ini mempunyai beberapa keuntungan dan faktor pendukung antara lain: 1). Penghematan khususnya dalam hardware dan pengadaan personalia, 2). Penghematan dalam pengembangan sistem, 3). Manfaat standarisasi, 4). Sistem yang seragam, dan 5). Kemudahan dalam pengendalian. Hingga saat ini, UPT PUSKOM telah berhasil mengembangkan aplikasi-aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menangani proses pengolahan data di lingkungan ISTA. Selain itu, aplikasi-aplikasi berukuran kecil dengan karakteristik yang spesifik juga telah dikembangkan dan diimplementasikan sebagai modul-modul yang terpisah.

 

Pengembangan dan penerapan sistem informasi berbasis komputer di lingkungan ISTA memiliki 2 (dua) macam tujuan, yaitu:

1. Untuk memenuhi kebutuhan administrasi umum, keuangan, dan administrasi akademik.

2. Untuk memenuhi kebutuhan data statistik yang diperlukan dalam pengelolaan setiap Jurusan/Program Studi. Secara umum, setiap sub sistem informasi dan aplikasi untuk pengolahan data yang telah dikembangkan oleh UPT PUSKOM dan diterapkan di lingkungan ISTA, mampu memberikan output berupa informasi (dan data) dalam format terinci, teringkas/rekapitulasi, maupun spesifik; baik yang bersifat insidental maupun rutin; dalam bentuk teks, tabel, maupun grafis; serta dapat ditampilkan pada media softcopy maupun hardcopy. Dengan tampilan dialog berbasis visual yang user friendly, maka informasi (dan data) yang dihasilkan dapat diakses secara mudah dan cepat. Output informasi (dan data) tersebut dapat diakses/digunakan oleh para pengguna di lingkungan ISTA maupun pihak luar, yang sesuai dengan kewenangannya.

 

4. Hasil Analisis/Pengujian

Penerapan SIAKAD di ISTA saat ini didukung oleh database akademik yang diimplementasikan dengan menggunakan database server model RDBMS, yaitu PostgreSQL. Schema database akademik ISTA tersusun atas 181 tabel. Secara teringkas, hasil analisis pada aspek-aspek kualitas schema database akademik ISTA yaitu :

  • · Kebenaran (correctness)

Merupakan aspek teknik, apakah semua aspek dimodelkan secara benar sesuai dengan kebutuhan dan batasan sistem untuk mengukur semua schema. Pengukuran dilakukan menggunakan kepakaran dengan meninjau tingkat kedalaman pengetahuan pada seluruh aspek teknik. Schema database akademik ISTA tidak memiliki suatu batasan (constraint) yang dapat mem-filter masuknya data ke dalam tabel sehingga tidak ada jaminan bahwa data yang dimasukan merupakan data yang benar

  • · Konsistensi (consistency)

Merupakan aspek teknik, apakah semua aspek dalam model terbebas dari kontradiksi. Aspek konsistensi dan kebenaran sangat penting untuk mengukur apakah schema diterima oleh pengguna atau tidak. Pengukuran dilakukan menggunakan kepakaran teknik dengan menganalisis konsistensi setiap aspek teknik pada model dan membandingkannya dengan aspek teknik berikutnya. Schema database akademik ISTA memuat banyak data redundancy, kondisi ini mengakibatkan potensi yang besar terhadap terjadinya data inconsistency

  • · Relevansi(relevance)

Merupakan aspek teknik untuk mengetahui apakah schema diterima oleh pengguna atau tidak. Pengukuran dilakukan menggunakan kepakaran teknik untuk menentukan seluruh aspek yang relevan dan membandingkannya dengan schema. Schema database akademik ISTA memuat banyak schema yang tidak ada relevansinya dengan schema lainya

  • · Jangkauan(scope)

Apakah jangkauan schema telah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Aspek ini penting untuk mengetahui apakah schema diterima oleh pengguna atau tidak. Pengukuran dilakukan menggunakan kepakaran untuk menentukan seluruh kebutuhan proyek dan membandingkannya dengan schema. Schema database akademik ISTA memiliki jangkauan yang minim, sehingga akan menimbulkan kesulitan pemeliharaan jika terjadi penambahan kebutuhan baru, termasuk di saat ingin mengintegrasikan database sehingga menjadi SIPT yang terintegrasi.

  • · Tingkat detail (level of detail)

Apakah tingkat detail schema telah sesuai untuk mengetahui apakah schema diterima oleh pengguna atau tidak. Pengukuran dilakukan menggunakan kepakaran teknik untuk menentukan tingkat detail yang diinginkan dan membandingkannya dengan schema. Schema database akademik ISTA belum mampu memenuhi semua kebutuhan para penggunanya, kondisi akibat schema yang masih kurang mendetail

  • · Kelengkapan(completeness)

Apakah schema telah lengkap (dengan mengacu pada kebutuhan) untuk mengetahui apakah schema dapat diterima oleh pengguna atau tidak. Pengukuran dapat dilakukan dari aspek jangkauan dan tingkat detail (sebelumnya).Schema database akademik ISTA memuat banyak schema yang tidak ada relevansinya dengan schema lainya

  • · Minimalitas (minimality)

Apakah schema dimodelkan secara kompak dan tidak ada perulangan. Aspek ini penting karena schema konseptual harus tepat. Pengukuran dilakukan mengunakan kepakaran teknik untuk mengecek apakah terdapat aspek-aspek yang dimodelkan secara berulang. Schema database akademik ISTA memuat banyak pengulangan schema, dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya, utamanya kemudahan pada saat programming

  • · Kemampuan untuk diintegrasikan (ability of integration)

Apakah schema telah disesuaikan untuk standarisasi dalam organisasi secara menyeluruh atau pemodelan tergantung pada konteks proyek atau organisasi, yaitu apakah lebih banyak terlibat pada asosiasi ekonomi atau berorientasi internasional, tetapi yang lebih relevan jika memiliki kemampuan untuk diiintegrasikan. Pengukuran dilakukan untuk menentukan apakah penggunaan nama-nama hanya dapat digunakan untuk Schema database akademik ISTA belum menerapkan standarisasi data dalam organisasi secara menyeluruh, sehingga akan menimbulkan kesulitan pada saat akan mengintegrasikan database sehingga menjadi SIPT yang terintegrasi cabang atau dapat diterima secara internasional.

  • · Kemampuan untuk dibaca (readability)

Apakah semua istilah dalam schema dijelaskan atau tidak untuk dialog dengan staf teknik dan orang yang datang belakangan. Pengukuran dilakukan dengan meninjau dokumen untuk menentukan apakah setiap aspek mudah dipahami. Schema yang ada pada database akademik ISTA memiliki tingkat kesulitan untuk dibaca yang tinggi, karena schema tersebut tidak ada satupun keterangan yang melekat pada setiap schema

5. KESIMPULAN

Penelitian ini berhasil melakukan analisis terhadap aspek-aspek kualitas schema database. Analisis dilakukan pada rancangan schema database akademik yang digunakan di ISTA. Berdasarkan hasil analisis, secara umum dapat dinyatakan bahwa schema database akademik ISTA memiliki kualitas yang relatif masih rendah. Kondisi kualitas schema database akademik ISTA yang relatif masih rendah akan menjadi potensi timbulnya berbagai permasalahan serius di kelak kemudian hari. Oleh karenanya, perlu segera dilakukan upaya penyempurnaan untuk menghindari timbulnya permasalahan yang lebih kompleks dan semakin sulit ditangani.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ahituv, N., Neumann, S., and Zviran, M., 2002, A System DevelopmentMethodology for ERP

Systems, The Journal of Computer InformationSystems, pp. 42

Ballou, D.P. and Pazer, H.L., 1985, Modeling Data and Process Quality in Multi-Input, Multi-

Output Information Systems, Journal of Management Science, vol. 31, pp. 150-162

Date, C.J., 1995, An Introduction To Database Systems, Adisson Wesley Publishing, Co., Inc.

Davis, G.B. and Margrethe, 1987, Management Information Systems, Conceptual Foundations,

Structure and Development, McGraw-Hill, Tokyo

Helfert, M., Zellner, G. and Sousa, C., 2002, Data Quality Problems and Proactive Data Quality

Management in Data-Warehouse-Systems, presented at BITWorld 2002, Guyaquil, Ecuador

Indrajit, R.E., 2000, Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, PT. Elex Media

Komputindo, Jakarta

Martin, J., 1975, Computer Database Organizations, part I, New Jersey, Prentice-Hall, Inc.

Martin, J., 1976, Computer Database Organizations, part II, New Jersey, Prentice-Hall, Inc.

Miller, H., 1996, The Multiple Dimensions of Information Quality, Information Systems

Management, vol. 13, pp. 79-82

Nugroho, E., 1991, Pengaruh Struktur Organisasi dan Sumber Daya Manusia Terhadap

Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Manajemen dalam Organisasi, Tesis, Program Magister Sains, Prodi Akuntansi, F akultas Ekonomi, UGM, Yogyakarta

Parsaye, K., Chignell, M., Khoshafian, S., and Wong, H., 1989, Intelligent Databases, Jhon

Wiley& Sons Inc., Canada

Paul, R.J., 2002, Is Information Systems Intellectual Subject, European Journal of Information

Systems,, pp. 174-177

Silberschatz, A., Korth, H.F., and Sudarshan, S., 2001, Database System Concepts, 4th edition

Te’eni, D., 1993, Behavioral Aspects of Data Production and Their Impact on Data Quality,

Journalof Database Management, vol. 4, pp. 30-38

Wang, R.Y. and Strong, D.M., 1996, Beyond Accuracy: What Data Quality Means to Data

Consumers, Journal of Management of Information Systems, vol. 12, pp. 5-33

Herden, O., 2001, Measuring Quality of Database Schemas by Reviewing-Concept, Criteria and

Tool, http://www.iro.umontreal.ca/~sahraouh/qaoose01/Herden.PDF, diakses pada tanggal 01-08-2005

Klesse, M., Herrmann, C., Brändli, P., Mügeli, T., Maier, D., 2005, Information Quality And The

Raising Demands Of Regulators: Reengineering The Customer Investigation Process At

Credit Suisse, http://wotan.liu.edu/docis/dbl /iqiqiq/2004_418_CIPACS.htm, diakses pada tanggal 11-08-2005

Litwin, P., 2003, Fundamentals of Relational Database Design, September 7th, 2003,

http://r937.com/relational.html, diakses pada tanggal 11-08-2005

Miller, H., 2004, The Multiple Dimensions Of Information Quality, Muhlenberg College

Allentown, PA 18104, September 2004, http://www.muhlenberg.edu/depts/abe/business/miller/mdiqual.html, diakses pada tanggal 11-08- 2005

Mullen, B., 2005, Generalized Table Suggestions,

http://www2.cstudies.ubc.ca/~mullen/IEDBS.html#GeneralTables, diakses pada tanggal

11-08-2005

Mullen, B., 2005, Information Engineering and Database Systems, UBC Robson

Square, June 6- July 11, 2005, http://www2.cstudies.ubc.ca/~mullen /IEDBS.html, diakses pada

tanggal 11-08-2005

Mullen, B., 2005, The Database And Its Structure, http://www.gowerpub.com/pdf/pidmc2.pdf,

diakses pada tanggal 11-08-2005

 

 

sumber : http://p3m.amikom.ac.id/p3m/34%20-%20ANALISIS%20ASPEK-ASPEK%20KUALITAS%20SCHEMA%20DATABASE.pdf

Posted in Uncategorized | Leave a comment

ALGORITMA PEMESANAN TIKET PESAWAT

algoritma pemesanan tiket pesawat:

1. User terlebih dahulu memilih asal keberangkatan dan tujuan. Input asal dan tujuan tidak boleh sama.

2. Tampilkan harga tiket setelah user memilih salah satu kelas apakah kelas bisnis atau kelas ekonomi.

3. Isi tanggal, bulan, dan tahun pada entry berangkat dan kembali.

4. Validasi tanggal berangkat dan tanggal kembali, tanggal kembali tidak boleh melebihi tanggal berangkat.

5. Isi jumlah penumpang dewasa dan bayi.

6. Lakukan perhitungan sub total (sub total = (jumlah penumpang dewasa * harga tiket)+(jumlah penumpang bayi * harga tiket)). Harga tiket untuk bayi sebesar 15% dari harga tiket orang dewasa.

7. Checklist jumlah muatan bagasi

8. Lakukan perhitungan total bayar (total bayar = sub total + bagasi).

9. User dapat memilih akan menyetujui pemesanan atau membatalkannya. 8. Jika user menyetujui maka transaksi selesai

sumber : http://allaboutalgoritma.blogspot.com/2010/05/pengenalan-visual-basic-membuat.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment

DSS dan korelasinya dengan praktikum teknologi informatika (pertanyaan tambahan)

Model merupakan komponen yang sangat penting dalam DSS. Model memiliki pengertian seperti secara sederhana berarti memisahkan dari dunia nyata dengan melukiskan komponen utama dan menghubungkannya dengan sistem atau dengan kejadian lainnya. Model dapat berupa fisik dan verbal. Model yang berupa fisik seperti model pesawat, sedangkan model yang bersifat verbal adalah melukiskan suatu sistem tertentu, model grafik seperti flowchart dari sistem informasi, dan model matematika.

Perangkat Lunak DSS
DSS generator merupakan sebutan umum untuk software utama yang dibutuhkan oleh DSS. DSS generator memadukan dan menggunakan model base, database dan dialogue untuk melakukan komunikasi dengan DSS.

oleh karena itu, teknlogi informatika memerlukan perangkat DSS dalam pelaksanaannya

 

sumber : http://fakbar.blogspot.com/search/label/Decision%20Support%20System

Posted in Uncategorized | Leave a comment

macam-macam konektor koneksi database ke Delphi – modul 3

Untuk  koneksi MySQL dengan delphi dapat menggunakan  2 macam cara :

1. ODBC

namun harus memiliki konektornya kemudian komponen standar delphi utk koneksi dengan odbc
2. Pake MyDAC yang dapat  download di http://crlab.com/mydac/download.html.
Install MyDAC tersebut dengan catatan delphi belum aktif terlebih dahulu.
setelah itu jalankan delphi. Cari di-Component Pallete.
kemudian pilih MyConnection, kemudian MyTable.

sumber : http://forums.mysql.com/read.php?49,157000,159176

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

macam-macam bahasa pemrograman – modul 2

Type – Type Bahasa Pemograman
SecaraUmum terdapat 4 kelompok bahasa pemrograman yaitu :
1. Object Oriented Language (Visual dBase, Visual FoxPro, Dephi, Visual C)
2. high level (Seperti Pascal dan Basic),
3. middle level (Seperti Bahasa C), dan
4. low level (Seperti Bahasa Assembly).

A. Delphi

Borland Delphi atau biasa disebut Delphi saja, merupakan sarana pemrograman aplikasi visual. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa pemrograman Pascal atau yang kemudian disebut bahsa pemrograman Delphi. Delphi merupakan generasi penerus dari Turbo Pascal. Turbo Pascal yang diluncurkan pada tahun 1983 dirancang untuk dijalankan pada sistem operasi DOS ( yang merupakan sistem operasi yang paling banyak disunakan pada saat itu ). Sedangkan Delphi yang diluncurkan pertama kali tahun 1995 dirancang untuk beroperasi dibawah sistem operasi Windows.

Delphi terdapat 2 macam struktur yaitu struktur projrk dan struktur unit program Delphi:
1. Struktur Projek
Pada suatu projek yang anada bangun, terdapat sebuah file program utama yang berisi kode program untuk pengelolaan unit – unit. Kode program utama ini biasa juga disebut kode projek dan disimpan dalam file berekstensi .DPR.

2. Struktur Unit
Sebuah unit berisitipe-tipe, konstanmta-konstanta, variabel dan rutin (fungsi dari prosedur). Setiap unit didefinisikan dalaqm file .PAS yang menangani unit tersebut.

Kelebihan :
1). Sifatnya freeware
2). Dikembangkan dengan bahasa Pascal, sehingga pagi pengguna yang terbiasa dengan dasar pemrograman turbo Pascal akan lebih familiar.
3). Komponen yang disediakan sudah cukup lengkap tanpa harus add component dari sumber lain.
4). Dokumentasi cukup lengkap.
Kelemahan :
1). Pengguna yang tidak memiliki dasar pemrograman dengan bahasa Pascal akan mengalami kesulitan untuk pertama kalinya.
2). Setiap komponen yang dimasukkan dalam form tampilan, akan diikutsertakan kode deklarasi dan inisialisasinya dalam list code. Sehingga apabila terjadi perubahan komponen, penamaan maupun kesalahan penulisan kode, program tidak mau membetulkan otomatis.
3). Apabila terdapat form/list code lain yang di-include-kan, harus dituliskan code/nama dari form/lost code di bagian “uses” dan juga inisialisasi variablenya.
B. Bahasa C
Akar dari bahasa C adalah bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richard pada tahun 1967. Bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut dengan B pada tahun 1970. Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C oleh Dennis Ricthie sekitar tahun 1972-an di Bell Telephone Laboratories Inc.( sekarang adalah AT&T Bell Laboratories).

Kelebihan Bahasa C :
Beberapa alasan mengapa bahasa C banyak digunakan, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Bahasa C tersedia hampir di semua jenis komputer
2. Kode bahasa C sifatnya adalah portabel
Aplikasi yang ditulis dengan bahasa C untuk suatu komputer tertentu dapat digunakan di komputer lain hanya dengan sedikit modifikasi.
3. Bahasa C hanya menyediakan sedikit kata-kata kunci
4. Proses executable program bahasa C lebih cepat
5. Dukungan pustaka yang banyak
Keandalan bahasa C dicapai dengan adanya fungsi-fungsi pustaka.
6. C adalah bahasa yang terstruktur

Bahasa C mempunyai struktur yang baik sehingga mudah untuk dipahami. C mempunyai
fungsi-fungsi sebagai program bagiannya.
7. Selain bahasa tingkat tinggi, C juga dianggap sebagai bahasa tingkat menengah.
Bahasa C mampu menggabungkan kemampuan bahasa tingkat tingkat tinggi dengan bahasa tingkat tingkat rendah.
8. Bahasa C adalah kompiler
Karena C sifatnya adalah kompiler, maka akan menghasilkan executable program yang banyak dibutuhkan oleh program-program komersial.

Selain alasan tersebut ada beberapa alasan lain mengapa menggunakan bahasa C, yaitu:
a. C adalah bahasa pemrograman yang memiliki portabilitas tinggi.
Program C yang kita tulis untuk satu jenis platform, bisa kita kompile dan jalankan di platform lain dengan tanpa ataupun hanya sedikit perubahan. Ini bisa diwujudkan dengan adanya standarisasi ANSI untuk C.
b. C adalah bahasa pemrograman dengan kata kunci (keyword) sedikit.
Kata kunci disini adalah merupakan fungsi ataupun kata dasar yang disediakan oleh kompiler suatu bahasa pemrograman. Hal ini membawa pengaruh semakin mudahnya kita menulis program dengan bahasa tingkat rendah. Pengaruh lain dari sedikitnya kata kunci ini adalah proses eksekusi program C yang sangat cepat.

Adapun kekurangan yang biasa di Bahasa C antara lain :
1. Banyaknya Operator serta fleksibilitas penulisan program kadang-kadang membingungkan pemakai.
2. Bagi pemula pada umumnya akan kesulitan menggunakan pointer.

C. Visual Basic
Visual Basic 6 merupakan salah satu tool untuk pengembangan aplikasi yang banyak diminati oleh orang. Di sini Visual Basic 6 menawarkan kemudahan dalam pembuatan aplikasi dan dapat menggunakan komponen-komponen yang telah disediakan. Untuk memulai Visual Basic 6 anda perlu menginstall Visual Basic 6.0. Program ini biasanya dalam satu paket dengan Visual Studio 6.0. Dengan menggunakan Visual Basic 6 kita bisa menghasilkan berbagai macam jenis program. Dari aplikasi yang mengintegrasikan database, jaringan, office automation, dan web application.
Keuntungan Visual basic:
– Bahasa yang sederhana. Banyak hal yang mungkin sulit dilakukan jika kita menggunakan bahasa pemrograman lainnya, akan dapat dilakukan dengan mudah dengan menggunakan Visual basic.
– Karena Visual basic sangat populer, maka sangat banyak sumber-sumber yang dapat kita gunakan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan kau baik berupa buku, web site dll
– Kita bisa memperoleh banyak tools baik gratis maupun tidak di Internet yang akan sangat membantu menghemat waktu kita dalam pemrograman.
Kekurangan Visual basic:
– Visual Basic adalah bahasa pemrograman yang powerful, tetapi sebenarnya tidak terlalu bagus untuk membuat game-game yang benar-benar memuaskan.
– Lebih lambat dibandingkan bahasa pemrograman lain.

D. Pascal
– Dirancang oleh Prof. Nicklaus Wirth dari Technical University di Zurich, Switzerlandtahun 1971.
-Nama Pascal berasal dari Blaise Pascal, nama ahli matematika dan philosopi dari Perancis (abad 17).
-Pengembangan dari bahasa Algol 60 dan Algol W (turunan Algol 60).
-Memiliki beberapa versi, seperti : Turbo Pascal, Ms Pascal (Microsoft), Apple Pascal,UCSD (University of California at San Diego Pascal), dll.
-Turbo Pascal yang dibuat oleh Borland Inc. adalah versi yang paling banyak digunakan karena menggunakan Compiler untuk menterjemahkannya dan juga mengikuti standard bahasa Pascal yang dibuat oleh Nicklaus Wirth dan K. Jensen.
-Pascal merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level language) dan terstruktur (Structured Programming language).
Bahasa Pascal, secara garis besar mempunyai struktur sebagai berikut :
1. Judul program,
2. Blok program yang terdiri dari :
a. Bagian deklarasi, meliputi :
– deklarasi label,
– deklarasi konstanta,
– deklarasi tipe,
– deklarasi variabel,
– deklarasi prosedur dan/atau fungsi.
b. Bagian pernyataan, berisi perintah-perintah.
Latihan Pascal : Perulangan dan Seleksi Kondisi I – 2
Kelebihan :
Bahasa Pascal adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level language) yang cukup populer, khususnya di Indonesia. Hal ini disebabkan bahasa Pascal lebih mudah dipahami dibanding bahasa pemrograman lainnya, seperti bahasa C, bahasa assembler, dan lain sebagainya. Selain itu, bahasa Pascal adalah bahasa pemrograman yang terstruktur dan lebih mendekati bahasa manusia (bahasa Inggris) sehingga sangat cocok diterapkan dalam dunia pendidikan.

Kekurangan:
Tidak fleksibel penggunaannya dan Bahasa Pemrograman Dibawah ini biasa digunakan untuk pemrograman Web :

E. HTML

HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet. HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet Explorer.

F. PHP

PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.PHP banyak dipakai untuk membuat situs web yang dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain. PHP biasanya berjalan pada sistem operasi linux (PHP juga bisa dijalankan dengan hosting windows).

G. ASP

ASP adalah singkatan dari Active Server Pages yang merupakan salah satu bahasa pemograman web untuk menciptakan halaman web yang dinamis. ASP merupakan salah satu produk teknologi yang disediakan oleh Microsoft. ASP bekerja pada web server dan merupakan server side scripting.

H. XML
Extensible Markup Language (XML) adalah bahasa markup serbaguna yang direkomendasikan W3C untuk mendeskripsikan berbagai macam data. XML menggunakan markup tags seperti halnya HTML namun penggunaannya tidak terbatas pada tampilan halaman web saja. XML merupakan suatu metode dalam membuat penanda/markup pada sebuah dokumen.

I. WML
WML adalah kepanjangan dari Wireless Markup Language, yaitu bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi berbasis XML (eXtensible Markup Langauge). WML ini adalah bahasa pemrograman yang digunakan dalam aplikasi wireless. WML merupakan analogi dari HTML yang berjalan pada protocol nirkabel.

J. PERL
Perl adalah bahasa pemrograman untuk mesin dengan sistem operasi Unix (SunOS, Linux, BSD, HP-UX), juga tersedia untuk sistem operasi seperti DOS, Windows, PowerPC, BeOS, VMS, EBCDIC, dan PocketPC. PERL merupakan bahasa pemograman yang mirip bahasa pemograman C.

 
K. CFM
CFM dibuat menggunakan tag ColdFusion dengan software Adobe ColdFusion / BlueDragon / Coldfusion Studio. Syntax coldfusion berbasis html.

L. JAVA

Java adalah sebuah teknologi yang diperkenalkan oleh Sun Microsystems pada pertengahan tahun 1990. Menurut definisi dari Sun, Java adalah nama untuk sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat luinak pada komputer standalone ataupun pada lingkungan jaringan. Kita lebih menyukai menyebut Java sebagai sebuah teknologi dibanding hanya sebuah bahasa pemrograman, karena Java lebih lengkap dibanding sebuah bahasa pemrograman konvensional. Teknologi Java memiliki tiga komponen penting, yaitu:
• Programming-language specification
• Application-programming interface
• Virtual-machine specification

Bahasa Java dapat dikategorikan sebagai sebuah bahasa pemrograman berorientasi objek, pemrograman terdistribusi dan bahasa pemrograman multithrreaded . Objek Java dispesifikasi dengan membentuk kelas. Untuk masing-masing kelas Java, kompiler Java memproduksi sebuah file keluaran arsitektur netral yang akan jalan pada berbagai implementasi dari Java Virtual Machine (JVM). Awalnya Java sangat digemari oleh komunitas pemrograman internet, karena Java mendukung untuk applets , dimana program dengan akses sumber daya terbatas yang jalan dalam sebuah web browser. Java juga menyediakan dukungan level tinggi untuk networking dan objek terdistribusi. Java juga dianggap sebagai sebuah bahasa yang aman. Tampilan ini pada khususnya penting menganggap bahwa sebuah program Java boleh mengeksekusi silang sebuah jaringan terdistribusi. Sehingga bahasa Java saat ini termasuk bahasa pemrograman yang relatif mudah untuk dipelajari karena banyaknya contoh dan konsep yang beredar luas, baik berupa buku maupun di internet. Tetapi program yang dibuat dalam bahasa Java juga relatif lebih banyak membutuhkan waktu saat di eksekusi (lebih lama) dikarenakan untuk menjalankan
programnya dibutuhkan JVM (perantara antar program dan sistem operasi).

M. CSS
Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup. Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML. Walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG dan XUL. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C).

Sumber  : http://www.ruzman.co.tv/2009/06/macam-macam-bahasa-pemrograman.html

http://dadarockman.blogspot.com/2010/05/kelebihan-dan-kekurangan-dari-type-type.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment

toolbar dalam delphi- modul 2

Delphi adalah sebuah perangkat lunak (bahasa pemrograman) untuk membuat program/aplikasi komputer berbasis windows. Delphi merupakan bahasa pemograman berbasis objek, artinya semua komponen yang ada merupakan objek-objek. Ciri sebuah objek adalah memiliki nama, properti dan method/procedure. Delphi disebut juga visual programming artinya komponen-komponen yang ada tidak hanya berupa teks (yang sebenarnya program kecil) tetapi muncul berupa gambar-gambar.

 

Tools utama yang ada di Delphi yaitu Menu, Toolbar, Component Palette, Object Inspector, Object TreeView, Code Editor, Project Manager dan beberapa tools lain.

 

 

Toolbar

Toolbar yang ada dalam Delphi berupa sekumpulan tombol untuk fungsi-fungsi yang sering digunakan.  Toolbar tersebut dikelompokkan dalam beberapa kelompok, yaitu Standard Toolbar, View Toolbar, Desktop Toolbar, Debug Toolbar, Component Palette, Internet Toolbar dan Custom.  Untuk menampilkan Toolbar, dari menu View | Toolbars dan pilih Toolbar apa yang akan ditampilkan.

 

Object TreeView

Merupakan sebuah diagram pohon yang menggambarkan hubungan logis antara komponen visual dan non visual yang terletak pada form.  Semua obyek yang Anda pakai pada form, data module maupun frame akan muncul pada Object TreeView.

 

Component Palette

Component Palette merupakan bagian yang digunakan untuk meletakan berbagai komponen yang sesuai dengan kategorinya.  Misalnya komponen yang digunakan untuk aplikasi yang menggunakan Borland Database Engine (BDE) akan diletakkan pada page BDE.  Jumlah Component Palette pada Delphi 6.0 adalah 29 buah.  Susunan atau urutan dari Component Palette dapat Anda atur dengan mudah dari menu Component | Configure Palette.

 

Object Inspector

Object Inspector digunakan untuk mengubah nilai property dari objek terseleksi yang ada dalam Form Designer. Object Inspector terdiri dari dua bagian, yaitu Properties dan Events.  Setiap jenis komponen akan memiliki property dan event yang berbeda dengan jenis komponen lainnya.

 

Code Editor

Pada bagian inilah Anda dapat menuliskan semua kode dan memasukkan semua unit yang dipakai untuk program yang Anda buat.  Pada bagian bawah Code Editor terdapat status bar yang terdiri dari tiga bagian.  Bagian paling kiri berisi keterangan posisi kursor (yang dinyatakan dalam baris dan kolom).  Kolom kedua berisi keterangan tetang status kode Anda, apakah sudah mengalami perubahan atau belum.  Kolom paling kanan menandakan status tombol insert pada keyboard.

 

Form Designer

Form Designer adalah form tempat kita mengatur komponen sesuai dengan kebutuhan tampilan yang akan dibuat.  Cara meletakkan komponen ke dalam form ada beberapa cara, yaitu

–    Click komponen pada component palette, kemudian click atau drag pada Form.

–    Double click komponen pada component palette, maka komponen tersebut akan terletak pada tengah form.

–    Shift Click pada component palette, kemudian click pada form beberapa kali untuk meletakkan beberapa komponen.  Untuk menormalkan kembali status click, tekan tombol panah pada bagian kiri component palette.

Sumber :

http://www.google.co.id/search?q=toolbar+delphi&hl=id&client=firefox-a&hs=wkN&rls=org.mozilla:en-US:official&prmd=v&lr=lang_id&sa=X&ei=G9rSTOXdHoOecNrepLIM&ved=0CBIQuAE

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

file extension dalam delphi

TABEL  Nama File dan Diskripsinya

Ekstensi

Jenis dan Diskripsi File

Saat Pembuatan

BMP
File standar window, untuk menyimpan gambar bitmap. Image Editor
BPG
Borland Project Group, untuk Manajemen proyek multi-target. Development
BPL
Borland Package Library , sejenis DLL, kamu bisa membuat file EXE dengan ukuran kecil, tapi file ber-eksensi BPL ini harus di- ikutsertakan. Mungkin kamu pernah memperhatikan ukuran file EXE dari Visual Basic ?? Kecil ‘kan, apakah file EXE Delphi bisa sekecil itu ? Jawabanya bisa saja, caranya saat kompilasi jangan meyertakan library kedalam file EXE yang kamu buat, tapi cukup ikut sertaka saja Packege Library. Layaknya sebuah DLL — Package Library juga bisa sharing. Kompilasi, Lingking
CAB
Microsoft Cabinet compressed file format. Dibangkitkan saat kamu melakukan Web Deploy (dari menu utama Delphi pilih Project|Web Deploy) Kompilasi
CFG
File Konfigurasi untuk Project Option Development
CUR
File standar window, untuk Cursor Image Editor
DCI
Menyimpan perubahan Code Insight dari IDE (dari menu utama Delphi pilih Tools|Editor Options->pilih Tab: Code Insight) IDE
DCP
Delphi Component Package Kompilasi
DCT
Menyimpan perubahan Component Templates dari IDE IDE
DCU
Delphi Compiled Unit, hasil kompilasi file PAS Kompilasi
DFM
Delphi Form, file dalam format binary Development
~DF
Backupnya file DFM Development
DLL
Dynamic Link Library, file DLL yang dihasilkan oleh Delphi dapat di-akses oleh program/aplikasi lannya. Saya mempunyai contoh sebuah file DLL yang dibuat dengan mengunakan Delphi, kemudian saya panggil dari program yang saya kembangkan dengan Visual FoxPro, hasilnya sangat memuaskan. Kalo kamu ingin melihat contoh programnya silahkan kunjungi situs saya yaitu, http://get.to/semut atau juga bisa ke http://oocities.com/visiweb ; pada bagian kiri dari home page tersebut pilih Bahasa Program|Visual FoxPro. Compilasi, lingking
DMT
Delphi Menu Templates IDE
DOF
Delphi Option File Development
DPK
Delphi Package Development
DPR
Delphi Project File Development
~DP
Backupnya DPR. Development
DRO
Menyimpan setiap perubahan pada Object Repository (dari menu utama Delphi pilih Tools|Repository). Boleh dihapus, tapi penambahan pada repository akan hilang, bisa di-restore lagi dari CD Delphi pada direktori ..\bin\delphi32.dro. IDE
DSK
Desktop file. Development
DSM
Delphi Symbol Module. Kompilasi
EXE
Executable file Compilasi, Lingking
HTM, HTML
HyperText Markup Language. Dibangkitkan saat kamu melakukan Web Deploy (dari menu utama Delphi pilih Project|Web Deploy) Web deploy ActiveForm
ICO
File standar window, untuk Icon Image Editor
LIC
License file, berhubungan file OCX Activex Wizard
OCX
OLE Control eXtension, semacam dll juga, berisi ActiveX controls atau form Kompilasi, Lingking
PAS
Pascal file, source program. Development
~PA
Bacupnya PAS Development
RES, RC
Resource file Development
TBL
Type Library untuk OLE server application. Development
TODO
To-do list file, akan mempunyai nama file yang sama dengan project tetapi dengan ekstensi .TODO IDE

sumber : http://www.oocities.com/visiweb/bukudelphi/bab2_cerdas_delphi.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment